1/21/2017

GEET Episode 5 (Tayang Jumat, 20 Januari 2017)


geet melakukan ritual untuk kepergianya dari keluarganya, dia memeluk satu persatu anggota keluarganya, geet masuk ke mobil dev dan pergi. keluarga bersedih dengan kepergiannya.

maan berada di mobil sambil menyimpan foto dan berkata bahwa ia akan menemukannya, tangan maan terkena pecahan gelang geet dan teringat saat di perjalanannya bersama geet, kemudaian ia membuangnya kejalan.

pammi menangis meratapi nasib geet, kamya kesal dengan melihat ibunya menangis.

mobil dev hampir menabrak seseorang, dan mobil pun menabrak pohon, geet melihat wanita tersebut ternyata itu ibu dari chani.

ibu channi tertawa, dan menanyakan keberadaan channi pada geet, ibu chanii melihat mahendi geet, kemudian berteriak histeris dan kembali mencari channi, dev menenangkan geet.

geet terkejut melihat dev memahari sopirnya, dev yang lembut berubah menjadi tempramental.

pammi dan kamya mendatangi naintara, kamya menceritakan semuanya  kepada naintara, pammi meratapi semua dengan menangis.

naintara mengatakan kepada pammi bahwa mereka akan menyembunyikan semua kebohongan itu, pammi terseyum dan naintara terseyum licik.

geet dan dev berjalan sepanjang jalan menuju penginapan, Dev berjalan dengan cepat dan meninggalkan Geet dibelakang. Geet memanggil Dev dan mengatakan agar Dev jalan perlahan. Dev membalikkan badan dengan kesal tai berpikir harus mengontrol dirinya sendiri, Dev tersenyum sambil mengatakan sesuatu. Geet pun menjawab bahwa dia telah berjanji akan berjalan bersamanya selama 7 kehidupan. Dev lalu mendekati Geet dan berbicara dengannya agar melepas semua perhiasannya karena tidak ingin orang lain melihatnya. Geet lantas hendak membuka kalungnya, Dev membantunya. Dev juga membantu membuka semua perhiasan yang melekat pada diri Aryann dan Dev mencium keningnya. Geet terkejut dan merasa malu lalu beranjak pergi.

Dev melihat ada panggilan telepon dari Naintara tapi Dev mematikan ponselnya. Naintara dirumah pun emosi dan Kamya berusaha menenangkannya dengan memberikan berbagai alasan. Pammi lalu mengatakan sesuatu yang semakin menyulut emosi Naintara. Naintara membentak Pammi dan melempar ponselnya. Dengan emosi Naintara mengatakan bahwa Dev adalah miliknya karena Dev adalah suaminya. Naintara menambahkan, “pernikahan itu palsu !! ritualnya palsu..pendeta juga palsu .. Dev hanya akan menjadi suamiku !! Dev hanyalah suami Naintara !!”

Hujan turun dengan derasnya, Geet dan Dev masuk ke sebuah kamar penginapan. Pegawai disana menghidupkan lilin dan meminta maaf karena listrik padam, dia lalu bergegas keluar kamar.

Geet lalu bermain air hujan melalui jendela, Dev mendekatinya dan memeluknya tapi Geet menghindar. Dev kembali mendekatinya dan memeluknya.

Sementara Naintara masih menahan amarah karena Dev tak kunjung pulang, Kamya mengatakan agar Naintara tidak terlalu cemas karena Dev akan segera datang dan Naintara membalasnya dengan sengit, “aku memberikan pekerjaan pada kalian berdua untuk membawa Dev kesini tapi kalian pun tidak bisa melakukannya !!”. Kamya berkata bahwa mobil Dev tadinya di belakang mobil mereka tapi setelah itu mereka menghilang. Lalu Naintara mengajak Kamya pergi untuk mencari Dev.

Geet terkejut mendengar bunyi petir dan spontan memeluk Dev yang berdiri di belakangnya, sementara Naintara dan Kamya berada dalam perjalanan. Naintara berharap Dev tidak melakukan sesuatu yang salah dan Naintara bertanya2 mengapa Dev tidak menjawab panggilan teleponnya.

Geet merasa malu lalu keluar kamar dan kembali menadahkan tangannya untuk menampung air hujan. Dev berpikir bahwa takdir ingin mereka (Geet dan Dev) bersama2 dan itulah kenapa mereka menghabiskan malam ini bersama2.  Dev lalu mendekatinya dan mencium keningnya dengan mesra lalu Dev mengangkatnya dan membawanya kembali ke kamar.

Naintara semakin cemas karena besok penerbangan mereka dan Naintara mengomel pada sopir agar melajukan kendaraan, beberapa saat kemudian Naintara menyuruh sopir menghentikan mobilnya, Naintara mengambil alih kemudi dan mengemudikannya dengan laju.

Geet dan Dev sudah berada di kamar. Dev menutup tempat tidurnya dengan tirai, lalu dia mendekati Geet dan bermesraan dengannya. Sementara Naintara masih mengebut dijalanan, Kamya memandanginya dengan cemas.

Kamya lalu melihat mobil Dev dan memberitahu Naintara. Naintara menghentikan mobilnya dan bergegas turun, Naintara berkata pada Kamya akan pergi sendiri.

Dev keluar dari kamar dan berdiri di balkon. Naintara masuk ke halaman penginapan dan melihat Dev, Dev juga terkejut melihatnya. Dia lalu menuruni anak tangga menemui Naintara.

Naintara langsung mencengkeram kerah baju Dev. Sedangkan Geet terbangun dan mencari2 keberadaan Dev, dia lalu memanggil2 Dev.

Naintara menegur Dev habis2an dan memintanya menjawab pertanyaannya mengapa dia menghabiskan malam bersama Geet. Naintara berkata bahwa dirinya tidak mengijnkan Dev melakukan semua ini pada Geet karena dia adalah suaminya. Dev mendorongnya dan menamparnya.

Geet pergi keluar kamar mencari Dev, Dev sendiri ganti membentak Naintara sambil menjambak rambutnya, “tidak perlu berteriak karena aku ini suamimu..kau harusnya berpikir tentang semua itu sebelum memulai drama ini”. Sementara Geet bergerak menuruni anak tangga dan dia menabrak seseorang, Geet melihatnya dan terkejut. Lelaki itu adalah Maan. Geet pun teringat kembali pertemuannya dengan Maan. Maan lalu mengatakan pada Geet bahwa menabrak orang adalah hobby Geet. Maan melangkah pergi tapi Geet mengatakan sesuatu. Maan pun membalasnya. Geet kemudian beranjak pergi. Sementara Maan menahan amarahnya sambil mengingat pertemuannya dengan Geet.

Dev kembali hendak menampar Naintara tapi Naintara menghindar. Dev pun mengusirnya pergi. Geet sendiri masih mencari2 Dev. Geet pergi ke halaman dan tiba2 Dev muncul dari arah belakang dan memegang pundak Geet. Geet menoleh dan langsung memeluknya sambil berkata agar jangan pernah meninggalkannya lagi.

Dev lalu mengatakan pada Geet agar jangan menangis lagi, Dev menambahkan, “ kau seharusnya menutup matamu dan hitunglah sampai lima maka aku akan berdiri dihadapanmu”, dan Geet pun tersenyum lalu kembali memeluknya. Dev pun tersenyum licik.

Keesokan paginya di bandara, mobil Dev berhenti disana, Geet turun dari mobil dan merasa senang melihat bandara. Naintara juga kemudian muncul bersama Pammi dan Kamya.

Geet menyapa Pammi, Pammi sendiri yang merasa berdosa gemetaran menyentuh wajah Geet. Naintara memberikan alasan pada Geet. Kamya lalu mengatakan bahwa Dev seperti orang yang tidak tidur semalaman dan Dev membentaknya, Geet terkejut melihat Dev.

Naintara lalu mengatakan pada Geet karena ini penerbangan pertamanya maka dirinya akan sedikit memberikan waktu untuk Geet memahami prosedurnya dan Naintara menatap Geet dengan wajah berpura2 manis. Lalu Naintara mengajak mereka semua masuk ke dalam. Geet menatap keluar dan kembali teringat saat2 dia berada di desanya.

Saat pemeriksaan paspor, Geet menanyakan sesuatu dan Kamya yang menjawabnya. Saat Dev hendak membawa tasnya, Geet mencegah tapi Kamya kembali menenangkan Geet dan Dev membawa tas nya.

Dev lalu berkata agar mereka semua menunggu di ruang tunggu. Geet lantas pergi ke ruang tunggu bersama yang lain. Geet mencoba berbicara dengan Pammi dan bertahya berapa lama mereka akan sampai dikanada, Pammi menjawab besok malam.  Kamya lalu mengatakan agar Geet melihat sekeliling dan jika dia merasa takut akan lebih baik jika dia tidak datang ke Kanada,  Naintara pun membentak Kamya.

Dev muncul dan mengatakan bahwa pesawat sedikit terlambat. Geet lalu bersikap mesra pada Dev dan menanyakan keadaannya. Dev terkejut dan Naintara yang menjawab bahwa Dev baik2 saja. Naintara berkata bahwa Dev hanya sedikit takut untuk naik pesawat karena sejak kecil memang Dev sudah takut ketika akan naik pesawat. Kamya berkata bahwa ibunya juga takut. Geet juga berkata bahwa sebenarnya dirinya takut untuk naik pesawat.

Naintara pun mengusulkan untuk meredakan ketakutan ada baiknya mereka mencari segelas kopi. Geet dengan senang berkata akan mendapatkannya. Geet meminta Dev ikut bersamanya tapi Dev berkata agar Geet pergi terlebih dulu.


Load disqus comments

0 komentar